Other posts you might like...

Pelestarian dan Konservasi Penyu di Perairan Pangandaran: Wujud Sinergi antara Masyarakat, Pemerintah, dan Akademisi

Pangandaran, 21 Februari 2025 – Dalam rangka pelestarian serta konservasi satwa laut, khususnya penyu di Perairan Kabupaten Pangandaran, telah dilaksanakan kegiatan Pelepasliaran Tukik Legokjawa. Acara ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap penyu yang semakin terancam punah.

Kegiatan ini berlangsung pada Hari Kamis, 20 Februari 2025, pukul 15.30 WIB – selesai di Gedung Konservasi Legokjawa, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Pangandaran. Acara pelepasan tukik hijau (Chelonia mydas) ini melibatkan sebanyak 45 ekor tukik yang dilepasliarkan ke laut sebagai langkah awal untuk mendukung kelangsungan hidup spesies ini di habitat alaminya.

Tukik

Tukik yang Dilepasliarkan Berjalan Menuju Laut: Langkah Awal Menuju Kehidupan Bebas di Alam (Dokumentasi pribadi).

Acara diawali dengan sambutan dari Kabid Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan, serta perwakilan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Pangandaran, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Camat Cimerak, Kepala Desa Legokjawa, serta para perwakilan dari Pokmaswas dan Rukun Nelayan. Sambutan tersebut menyoroti pentingnya upaya konservasi yang berkelanjutan serta perlunya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran, kelompok masyarakat Cinta Bahari, serta perwakilan dari Program Studi Perikanan Laut Tropis PSDKU Unpad Pangandaran. Selain itu, beberapa tamu undangan dari instansi pemerintah, akademisi, serta komunitas masyarakat turut hadir dalam kegiatan ini untuk mendukung upaya konservasi penyu.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam upaya pelestarian lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Keterlibatan berbagai pihak dalam pelepasan tukik ini juga menunjukkan komitmen dalam menjaga populasi penyu yang semakin terancam akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.

Menurut perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk langkah nyata dalam menjaga kelestarian spesies penyu di wilayah pesisir Pangandaran. “Kami berharap acara seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari program konservasi yang lebih luas,” ujarnya. Kegiatan pelepasliaran tukik ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak yang hadir. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kelestarian penyu dan memahami peran pentingnya dalam keseimbangan ekosistem laut.

Kolaborasi Konservasi

Kolaborasi Konservasi: Pelepasan Tukik Hijau di Pangandaran. Stakeholder Kontributor:
Pemerintah daerah, akademisi, komunitas nelayan, Pokmaswas, serta masyarakat peduli lingkungan (Dokumentasi pribadi).

Sebagai bentuk keterlibatan aktif, masyarakat, akademisi, dan pemerintah diharapkan terus berkontribusi dalam mendukung program konservasi, baik melalui penelitian, edukasi, maupun aksi nyata seperti kegiatan pelepasliaran tukik ini. Langkah kecil seperti ini akan memberikan dampak besar bagi kelangsungan hidup penyu dan keberlanjutan ekosistem laut di masa depan.

Hubungi kami:

Instagram: @pikatropsunpad  Website: https://perikanan.psdku.unpad.ac.id


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *