Other posts you might like...

Pangandaran, 19 November 2025 – Program Studi Perikanan Laut Tropis Universitas Padjadjaran Kampus Pangandaran menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture bertema “The Satoumi Concept in Japan and the Utilization of GIS in Satoumi Management”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta yang hadir langsung di Kampus Unpad Pangandaran serta melalui platform Zoom Meeting.

Guest Lecture menghadirkan Profesor Toshimori Takahashi, Head of Landscape Ecology Laboratory, dari Utsunomiya University, Jepang. Dalam pemaparannya, Prof. Takahashi menyampaikan materi berjudul “Satoyama-Satoumi: Japan’s Wisdom for a Nature-Positive Future and Sustainable Fisheries”. Ia menjelaskan bahwa Satoyama-Satoumi merupakan model lanskap dan wilayah pesisir di Jepang yang fokus pada keselarasan aktivitas manusia dengan lingkungan. Pendekatan ini menekankan bahwa keberlanjutan dapat dicapai ketika manusia hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya.

Prof. Takahashi juga menyoroti peran IPSI (International Partnership for the Satoyama Initiative), sebuah kemitraan internasional yang mempromosikan model Satoyama–Satoumi ke seluruh dunia sebagai bagian dari upaya global untuk menghentikan dan mengembalikkan hilangnya keanekaragaman hayati. Menurutnya, Satoumi telah menjadi contoh nyata dari tujuan tersebut, karena mampu memadukan konservasi ekologis dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Selain menjelaskan konsep, Prof. Takahashi juga menguraikan bagaimana Geographic Information System (GIS) digunakan dalam pengelolaan Satoumi di Jepang, termasuk pemetaan habitat pesisir, analisis perubahan lingkungan, dan dukungan pengambilan keputusan berbasis data. Pemanfaatan GIS dinilai penting untuk diaplikasikan pada pengelolaan pesisir di Indonesia, termasuk di wilayah Pangandaran yang memiliki potensi ekologi dan sosial ekonomi yang tinggi.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ibu Izza Mahdiana, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Perikanan Universitas Padjadjaran. Para peserta terdiri dari mahasiswa Perikanan Laut Tropis semester 1, 3, 5, dan 7, serta tamu undangan dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi, terutama terkait peluang penerapan konsep Satoumi dan teknologi GIS di wilayah pesisir Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Perikanan Laut Tropis Unpad berharap dapat memperkaya wawasan mahasiswa dan pemangku kepentingan mengenai integrasi pendekatan ekologi dan teknologi spasial dalam pengelolaan pesisir. Program studi berkomitmen untuk terus menghadirkan narasumber internasional guna memperkuat kualitas pembelajaran dan kerja sama akademik lintas negara.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *