
Semarang, 8 Oktober 2025 – Mahasiswa Program Studi Perikanan Laut Tropis Universitas Padjadjaran Kampus Pangandaran berpartisipasi aktif dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan XXI Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (PIT XXI ISOI) yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, pada 7–9 Oktober 2025. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Perikanan Laut Tropis Unpad turut berperan sebagai pemakalah, mempresentasikan hasil kajian mereka di hadapan akademisi, peneliti, dan praktisi kelautan dari berbagai institusi.
Adapun mahasiswa yang menjadi pemakalah dalam kegiatan ini yaitu Yolando Ambarita, Yudi Ardiansyah Saputra, Helmalia Asri, Keren Tamaris, Nakesya Ozora, dan Raziq Aldin. Mereka mempresentasikan berbagai topik penelitian terkait ekologi perikanan, pengelolaan sumber daya laut, serta peran masyarakat pesisir dalam mendukung ketahanan pangan laut yang berkelanjutan.
PIT XXI ISOI 2025 mengangkat tema “Peran Strategis ISOI dalam Mewujudkan Pangan dari Laut dan Pesisir” dan menjadi ajang penting bagi para ilmuwan, dosen, peneliti, serta mahasiswa untuk berbagi hasil penelitian dan gagasan inovatif di bidang oseanografi dan perikanan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diselenggarakan bersamaan dengan The 13th International Fisheries Symposium (IFS) yang dihadiri lebih dari 350 pakar kelautan dan perikanan dari 16 negara Asia-Pasifik, menciptakan suasana ilmiah yang dinamis dan inspiratif.
Melalui peran sebagai pemakalah, mahasiswa Perikanan Laut Tropis Unpad tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kemampuan komunikasi ilmiah serta memperluas jejaring riset di tingkat nasional dan internasional. Mereka juga mengikuti berbagai sesi dalam The 13th IFS 2025 untuk memperkaya wawasan tentang pengelolaan sumber daya kelautan di kawasan Asia Tenggara.
Dosen pendamping, Buntora Pasaribu,Ph.D dan Dr. Noir P. Purba., menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam berpartisipasi aktif di forum ilmiah ini.
“Keikutsertaan mahasiswa sebagai pemakalah di PIT ISOI menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan berpikir ilmiah. Ini merupakan pengalaman penting untuk menyiapkan mereka menjadi peneliti dan profesional yang berkontribusi dalam pengelolaan laut berkelanjutan,” ujar Dr. Buntora Pasaribu.
Sementara itu, Noir menambahkan pentingnya eksposur mahasiswa terhadap forum ilmiah nasional dan internasional.
“Kegiatan seperti ini membuka wawasan mahasiswa terhadap isu-isu maritim aktual sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas universitas. Kami berharap pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus meneliti dan berinovasi di bidang kelautan tropis,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa peserta menyampaikan kesan mendalam atas keterlibatan mereka di PIT XXI ISOI 2025.
“Menjadi pemakalah di forum nasional seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami belajar banyak tentang bagaimana hasil riset dapat berkontribusi nyata bagi pengelolaan laut Indonesia dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkap salah satu mahasiswa Perikanan Laut Tropis Unpad.
Partisipasi mahasiswa Perikanan Laut Tropis Unpad dalam PIT XXI ISOI 2025 menjadi bukti komitmen program studi dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ilmiah, sekaligus mendukung visi Universitas Padjadjaran dalam mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing global, dan siap menjadi pemimpin maritim masa depan Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-14: Ekosistem Lautan, melalui peningkatan kapasitas generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan pesisir.




0 Komentar