Pangandaran, 28–29 November 2025 — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik menyelenggarakan kegiatan Edukasi Pemanfaatan Jenis Ikan Dilindungi dan/atau Apendiks CITES bagi masyarakat pesisir, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan di Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik mengenai perlindungan spesies ikan yang terancam punah serta regulasi nasional dan internasional terkait perdagangan spesies akuatik.
-Hari Pertama, 28 November 2025-
Pada sesi pagi, narasumber dari KKP memberikan materi terkait jenis ikan dilindungi, pengenalan Apendiks CITES, mekanisme perizinan, serta pentingnya praktik penangkapan dan perdagangan yang bertanggung jawab. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam pelestarian sumber daya ikan di tingkat lokal.
Pada pukul 13.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan panel diskusi bersama Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Pangandaran bertema “Peran Poltek KP dalam Menyiapkan SDM Tangguh Guna Mendukung Kelestarian Sumberdaya Ikan”. Dalam sesi ini, Direktur menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak SDM unggul yang memiliki kompetensi teknis sekaligus pemahaman tentang konservasi.
Sesi selanjutnya dilanjutkan oleh Direktur Aquarium Indonesia Pangandaran dengan tema “Peran Aquarium Indonesia dalam Mendukung Kelestarian Sumberdaya Ikan”. Dalam paparannya, Direktur menjelaskan peran Aquarium Indonesia sebagai pusat edukasi publik, konservasi, dan penelitian mengenai berbagai spesies ikan, termasuk spesies yang dilindungi.
“Aquarium Indonesia berupaya memastikan masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian spesies melalui edukasi yang menarik, penelitian, serta keterlibatan dalam program konservasi,” ujarnya.
-Hari Kedua, 29 November 2025-
Pada hari kedua, peserta melakukan kunjungan langsung ke Aquarium Indonesia Pangandaran. Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak berkeliling untuk mengenal berbagai biota laut yang dilindungi, termasuk spesies yang masuk dalam kategori wajib konservasi. Tim edukator Aquarium Indonesia memberikan penjelasan mengenai karakteristik biota, habitat alami, ancaman yang mereka hadapi, serta upaya konservasi yang dilakukan melalui program edukasi, penangkaran, dan riset. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk melihat pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya ikan serta memahami peran lembaga konservasi dalam menghadapi ancaman terhadap biodiversitas perairan Indonesia
Kegiatan ini membuka ruang dialog antara lembaga pendidikan, institusi konservasi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan Indonesia. KKP menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan upaya perlindungan ikan dilindungi dan penegakan aturan perdagangan yang berkelanjutan. KKP berharap rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta dan memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, institusi konservasi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.



0 Komentar